Ia menambahkan, secara geografis Provinsi Bengkulu merupakan salah satu daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi. Fenomena El Nino yang saat ini berada pada kategori kuat berpotensi meningkatkan suhu permukaan laut, menurunkan curah hujan, serta memicu kekeringan berkepanjangan.

Mengacu pada data BMKG, jumlah titik panas (hotspot) di Indonesia hingga awal April 2026 telah mencapai 1.601 titik, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya. Potensi Karhutla diperkirakan meningkat di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan, sehingga Bengkulu juga perlu meningkatkan kewaspadaan mengingat luasnya kawasan hutan dan perkebunan.

“Dengan kondisi seperti ini, penanganan bencana tidak bisa dilakukan secara sektoral, tetapi membutuhkan sinergi lintas sektor agar penanganannya optimal. Melalui apel ini kita memastikan kesiapan personel, sarana, prasarana, sekaligus memperkuat koordinasi antarinstansi,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hendri mengungkapkan bahwa seluruh peralatan penanggulangan bencana telah diperiksa dan dinyatakan siap digunakan.”Kita tadi juga telah mengecek kesiapan peralatan untuk mengantisipasi fenomena El Nino dan kebakaran. Mohon doa dari seluruh masyarakat, mudah-mudahan tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan di Rejang Lebong maupun bencana lainnya,” harapnya.

Sementara itu, Kapolres Rejang Lebong AKBP Syahrul Hariady mengatakan, sekitar 600 personel gabungan telah disiagakan untuk menghadapi potensi dampak El Nino dan Karhutla.

Personel tersebut berasal dari unsur Polri, TNI, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Brimob, Kehutanan, Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, serta instansi terkait lainnya.”Ini merupakan bentuk kerja sama dan kekompakan seluruh unsur di Kabupaten Rejang Lebong. Kita bersama-sama mengantisipasi potensi El Nino, Karhutla, dan berbagai bencana lainnya yang mungkin terjadi saat memasuki musim kemarau,” ujar Kapolres.

Menurutnya, selain menyiapkan personel, seluruh anggota juga dibekali kemampuan teknis dalam penanganan bencana agar mampu bertindak cepat apabila terjadi kondisi darurat.”Kami tentu berharap tidak terjadi bencana. Namun seluruh personel tetap kami siapkan dengan kemampuan teknis sehingga apabila diperlukan dapat bergerak cepat dan bersinergi di lapangan dalam melakukan penanganan,” pungkasnya

Bagikan Berita ini: