Bupati juga berharap, melalui tabligh akbar dan doa bersama ini Rejang Lebong tidak hanya maju secara fisik dan pembangunan ekonominya. Tapi juga masyarakat yang relegius, berakhlaq mulia. Juga senantiasa bersatu padu mewujudkan Rejang Lebong yang maju, mandiri, berakhlaq dan berkelanjutan.
‘’Melalui tabligh akbar dan doa bersama ini diharapkan kita dapat meneladani dan mengaplikasikan akhlaq rosulullah dalam kehidupan kita. Memiliki rasa kedamaian, keadilan dan kasih sayang bagi semesta alam. Dan melalui peringatan HUT RI ke-81 kita dapat melanjutkan perjuangan para pahlawan dalam mengisi kemerdekaan RI dengan kerja nyata. Serta dapat menjaga persatuan dan pembangunan daerah,’’ tutur bupati.
Sedangkan Ustadz H Aidil Fitrisyah Musa dalam tausyiahnya menyampaikan kisah perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW.
‘’Selain menjalankan ibadah wajid dan sunnah ada beberapa hal yang perlu kita lakukan agar tidak terjebak dalam perbuatan dosa. Yakni, buang jauh-jauh sikap iri dan dengki. Jika kita sudah mampu membersihkan hati dan bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah, maka, hidup kita akan menjadi tenang dan nyaman seperti kehidupan Nabi Muhammad yang bersih dari segala bentuk iri dan dengki. Nabi akan terus mensyukuri nikmat yang diberikan Allah,’’ demikian Aidil Fitrisyah.
Sebelumnya, Sekretaris MUI Rejang Lebong, H. Suryono, MPd, menjelaskan, tabligh akbar dan doa bersama memperingati mauled nabi dan HUT RI ke-81 diselenggarakan atas kerjasama MUI – Pemkab Rejang Lebong dan Masjid Agung Baitul Makmur.
‘’Tabligh akbar ini mengusung tema: Meneladani akhlaq rosulullah dalam semangat kehidupan berkebangsaan,’’ demikian Suryono.
