Apalagi, karhutla bukan persoalan yang baru muncul. Setiap tahun pemerintah menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan, sehingga pencegahan dan penanganannya semestinya menjadi bagian dari sistem yang sudah berjalan.
Mandat kepada Haji Isam memang dapat dipandang sebagai langkah cepat untuk memperkuat penanganan di lapangan. Namun keputusan tersebut sekaligus memunculkan pertanyaan terhadap efektivitas koordinasi pemerintah: jika Raja Juli Antoni adalah Menteri Kehutanan, mengapa Prabowo justru menunjuk Haji Isam untuk membantu mengatasi api.
Di tengah hutan Kalimantan yang masih membara, publik kini tidak hanya menunggu api dipadamkan. Mereka juga menunggu jawaban mengapa pemerintah harus mencari kekuatan di luar struktur kementerian ketika persoalan kehutanan kembali berada dalam situasi genting.
