
EKABAR.ID NASIOANAL – Dunia pendidikan kembali tercoreng. Bukannya mencetak generasi unggul, jajaran pimpinan kampus bersama oknum guru malah nekat menjajakan “kursi” mahasiswa baru dengan tarif fantastis.Kasus dugaan suap penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) membongkar alur permainan kotor yang melibatkan oknum pendidik hingga pimpinan tinggi kampus.
Peran Guru sebagai Pengepul
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan fakta bahwa oknum guru SMA bertugas mengoordinasikan calon mahasiswa di sekolahnya.Guru tersebut menjalin komunikasi intensif dengan Kepala Bagian Akademik Unsoed, Eko Sumanto (ES), untuk melakukan tawar-menawar kuota.Tarif per kursi dipatok mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 500 juta.
Negosiasi dilakukan secara langsung melalui pesan WhatsApp.Dugaan Pencucian Uang oleh Rektor
Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq diduga menerima gratifikasi melalui keponakannya, MYN alias Nono, selama periode seleksi tahun 2025 dan 2026.Rektor memberikan arahan berkode khusus kepada MYN: ‘jangan diminta di awal’ dan ‘jika dikasih bilang terima kasih’.
