Pakar kebijakan pendidikan yang juga Guru Besar Ilmu Politik di Universitas Pendidikan Indonesia, Cecep Darmawan menyebut pemerintah sudah memiliki Lembaga Administrasi Negara (LAN) yang tugasnya melatih, mendidik, dan membina ASN.Ada juga, katadia, Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) yang mendidik pimpinan pemerintah di tingkat nasional dengan kajian strategi ketahanan nasional, dan nilai-nilai kebangsaan.
Intinya, menurut Cecep, Lemhanas mempunyai peran yang mirip seperti URI.”Pertanyaannya, apa yang belum atau tidak dilakukan dua lembaga itu sehingga pemerintah menganggap perlu ada lembaga baru?” ujar Cecep.
Pengamat pendidikan Totok Amin Soefijanto menilai URI sebetulnya tidak diperlukan pemerintah. Lembaga ini disebutnya hanya akan “menghambur-hamburkan anggaran”.Pemerintah, kata Totok, sudah punya banyak lembaga maupun sekolah kedinasan untuk ASN dan pemimpin pemerintahan.
Totok khawatir URI, yang dipimpin oleh mantan petinggi militer, bakal menggunakan pendekatan militer seperti latihan dasar militer, yang baru-baru ini diberikan kepada pengelola Koperasi Desa Merah Putih.”Meskipun tidak selalu begitu, ada juga militer yang mindsetnya bagus, tapi kecenderungan militer pasti pakai cara-cara militer yang dianggap lebih disiplin dan lebih baik,” ujarnya.
