Kondisi tempat tinggal Susanah juga jauh dari gambaran kehidupan yang serba berkecukupan. Rumahnya disebut berukuran sekitar 3×3 meter dan berdiri di atas lahan milik ibunya. Di sekitar rumah terlihat tumpukan kain majun yang menjadi bagian dari pekerjaan sehari-harinya.
Perbedaan informasi mengenai pekerjaan dan penghasilan Susanah kemudian memicu perbincangan luas di masyarakat. Publik mempertanyakan bagaimana informasi mengenai dirinya bisa berbeda dengan kondisi yang ditemukan ketika wartawan mendatangi kediamannya.
Di tengah ramainya pemberitaan tersebut, rumah Susanah justru semakin sering didatangi wartawan. Kondisi itu membuat perangkat desa mengambil langkah dengan memasang garis polisi di sekitar lokasi untuk membatasi akses dan menjaga situasi di lingkungan tempat tinggal Susanah.
Polemik mengenai Susanah juga semakin ramai setelah unggahan terkait dirinya di akun resmi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tidak lagi terlihat. Sebelumnya, akun tersebut ikut mengunggah informasi mengenai Susanah yang disebut sebagai pengupas bawang.
Kini, kisah Susanah tidak lagi sekadar mengenai angka penghasilan yang disebut dalam pidato kenegaraan. Kondisi pekerjaan, tempat tinggal, hingga perhatian publik yang tiba-tiba tertuju kepadanya ikut menjadi sorotan.
Pemasangan garis polisi di rumahnya pun menambah babak baru dalam polemik tersebut. Di tengah ramainya perdebatan, Susanah dan keluarganya kini harus menghadapi sorotan publik yang datang setelah namanya disebut dalam pidato Presiden.
