“Selanjutnya nanti tim saya akan berkoordinasi dengan jajaran Kepolisian. Akang-akang tidak usah khawatir, bonus sayembara nanti pasti kami berikan. Terima kasih, hatur nuhun,” katanya.Kendati demikian, kepolisian memastikan narasi penangkapan yang sempat beredar tersebut tidaklah benar.Peristiwa tersebut dipastikan berakhir damai dengan musyawarah lantaran tidak ditemukan barang bukti.

Kapolsek Baleendah AKP Noki Nurmansyah mengungkapkan, aksi penangkapan yang dilakukan para pengemudi ojol kepada terduga pelaku tersebut sebenarnya terjadi di wilayah Kecamatan Bojongsoang.Terduga pelaku yang berjumlah empat pemuda tersebut dikabarkan melakukan aksinya di wilayah Kecamatan Bojongsoang. Akhirnya terduga pelaku tersebut diamankan oleh para pengemudi ojol.

Namun bukannya dibawa ke kantor polisi terdekat ataupun Polsek Bojongsoang yang merupakan pemilik wilayah hukum, para pengemudi ojol itu justru membawa terduga pelaku ke Polsek Baleendah.”Memang ada laporan kejadian begal di Bojongsoang. Nah, dibawalah (terduga pelaku) ke Baleendah. Dibawa ke sini karena mereka saling kenal dengan anggota di sini,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (25/7/2026).

Setelah tiba di sini, Noki melanjutkan, karena tempat kejadian perkara (TKP) berada di wilayah Bojongsoang, pihaknya kemudian menyerahkan terduga pelaku tersebut ke Polsek Bojongsoang.Saat dilakukan pemeriksaan mendalam di Polsek Bojongsoang, pihak kepolisian sama sekali tidak menemukan barang bukti senjata tajam seperti yang dituduhkan dalam video yang beredar tersebut.

“Pada saat di Polsek itu ternyata tidak ada senjata tajam, tidak ada sama sekali. Ya sekarang, Polsek Bojongsoang juga mau memproses apa kalau tidak ada barang buktinya,” katanya.Lebih lanjut, Noki mengatakan tuduhan yang viral itu pun sempat memantik protes dari pihak keluarga keempat pemuda.Keluarga tak menerima anak-anaknya dicap sebagai pelaku kejahatan tanpa bukti yang sah.

“Alibinya (senjata tajam) dilempar, dibuang. Kalau dibuang harusnya bisa diambil karena ojol di sana kan banyak, sebagai bukti kalau memang benar. Kalau polisi kan butuh bukti,” ucapnya.Selain itu, terkait atensi KDM yang sempat menjanjikan hadiah uang tunai untuk pengemudi ojol dan pihak kepolisian, Noki menyebut perwakilan KDM sudah berupaya memfasilitasi ruang klarifikasi.Di mana, pihak kepolisian diundang untuk hadir guna meluruskan.

Bagikan Berita ini: