Merasa tidak pernah mengenal, apalagi memeras wanita tersebut, sang polisi asli mengambil langkah tegas namun elegan,Ia meminta ibu itu untuk langsung menelepon nomor “pacar online”-nya tepat di hadapannya,Sang polisi memberikan syarat mutlak: “Jika handphone saya berdering, berarti itu memang saya. Tapi jika tidak, Ibu harus menerima kenyataan bahwa Ibu sedang ditipu.,”Tentu saja, ponsel polisi tersebut tetap diam.
Menyadari dirinya masuk perangkap penipu, sang ibu langsung sedih luar biasa dan nyaris pingsan dalam tangis, sementara sang polisi dengan sabar mencoba menenangkannya.Tidak tinggal diam setelah mengetahui kebenarannya, ibu yang menjadi korban penipuan ini akhirnya resmi membuat laporan kepolisian.
Pihak kepolisian kemudian menyusun strategi,Sang ibu diminta untuk kembali menghubungi penipu tersebut guna memancingnya agar tanpa sadar menyebutkan lokasi keberadaannya saat ini.,Namun, respons dari seberang telepon sungguh di luar nalar.,Alih-alih terpancing, sang penipu justru mencoba mencari-cari masalah baru.,Dengan nada tanpa dosa, ia malah mendesak meminta tambahan uang sebesar Rp 15 juta sebagai syarat agar hubungan fiktif mereka bisa terus berlanjut,Momen percakapan telepon itu menjadi titik hancurnya pertahanan sang korban.
