“Sudah beberapa kali ke sini, sejak tiga tahun belakangan. Memang lokasi di sini tanahnya cukup banyak mengandung serbuk emas. Bahkan kalau siang hari bisa terlihat kasat mata, di bawah sinar matahari,” tuturnya, Minggu (23/8/2026).

Menurut Ujang, dirinya bersama seorang rekannya biasanya mencari serbuk emas dan patahan perhiasan berupa emas maupun perak dengan cara manual.

Selain menyelam di sekitar bagian sungai yang dangkal, mereka juga menyisir tanah napal yang muncul akibat surutnya air Sungai Musi.

“Kalau lazimnya itu carinya dengan cara menyelam. Bagi kami yang sudah bertahun-tahun menjalani profesi seperti ini, bisa membedakan antara pasir biasa dan pasir emas. Kalau pasirnya ada di tanah napal biasanya kami ambil dengan alat khusus berupa bambu kecil yang ujungnya dibuat runcing,” jelasnya.

Dari aktivitas tersebut, Ujang mengaku bisa memperoleh penghasilan tambahan hingga sekitar Rp3 juta per bulan. Namun, pendapatan tersebut sangat bergantung pada kondisi air sungai dan keberuntungan saat menemukan material yang mengandung emas.

Bagikan Berita ini: