Ia menjelaskan bahwa dirinya belum sempat turun langsung ke lokasi untuk melihat proses gotong royong tersebut. Meski demikian, ia mengaku ikut berpartisipasi membantu masyarakat, terutama melalui dukungan dana.
Menurut Edwar, kondisi jalan provinsi di Kecamatan Kabawetan sudah beberapa kali disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu. Karena itu, ia berharap persoalan tersebut segera mendapatkan perhatian melalui program pemeliharaan jalan.
Ia juga menilai infrastruktur tersebut memiliki peran penting karena menjadi jalur utama aktivitas masyarakat, distribusi hasil pertanian, serta akses ekonomi warga di wilayah Kabawetan.”Kami sangat menyesalkan karena Pemerintah Provinsi dinilai masih kurang memberikan perhatian terhadap persoalan jalan ini. Kami sudah menyampaikan hal tersebut kepada Kepala Dinas PUPR, Tejo, dengan harapan ada bantuan melalui anggaran pemeliharaan jalan,” kata Edwar.
Edwar menambahkan bahwa pihaknya telah menyampaikan rencana gotong royong masyarakat kepada Kepala Dinas PUPR Provinsi Bengkulu. Saat itu, menurutnya, sempat ada pembicaraan mengenai kemungkinan bantuan material dari pemerintah, sementara pengerjaannya dilakukan bersama masyarakat.Namun hingga saat ini, bantuan tersebut belum menunjukkan perkembangan yang diharapkan.
“Meski demikian, kegiatan gotong royong masyarakat ini juga sudah kami sampaikan kepada Kepala Dinas PUPR. Awalnya kadis PU kemarin itu bisa membantu materialnya, sementara pengerjaannya dilakukan oleh masyarakat. Namun hingga hari ini, belum ada cerita selanjutnya,” tutup Edwar Samsi.
Aksi warga menambal jalan provinsi di Kecamatan Kabawetan menjadi potret nyata kuatnya kepedulian masyarakat terhadap fasilitas publik. Di sisi lain, peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya percepatan penanganan infrastruktur oleh pemerintah agar masyarakat dapat menikmati akses jalan yang aman, nyaman, dan layak tanpa harus terus mengandalkan gotong royong untuk menutupi kerusakan yang terjadi.
