EKABAR.ID,JAKARTA – Hotman Paris kembali membuat sensasi. Dengan alasan saraf kejepit, dia memutuskan tidak lagi menjadi pengacara Febrie. Dia lebih memilih berobat. Baru kemarin publik menyaksikan Hotman Paris tampil bak pahlawan super membela mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Demi membela kliennya, Hotman tega melecehkan profesi wartawan. Para jurnalis tak terima. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pun melapor ke polisi.

Pada 9 Juli 2026, Hotman menjalani operasi saraf kejepit di Singapura. Dokter sudah memberi resep paling sederhana di dunia, istirahat dua minggu. Kalimat itu mestinya sesederhana, “Jangan hujan-hujanan.” Namun rupanya bekerja bagi Hotman sudah seperti bernapas. Dokter menyuruh rebahan, tubuhnya malah membuka berkas perkara. Akibatnya, nyeri pinggang datang lagi seperti mantan yang tahu tanggal gajian.

Dokter Singapura sampai dikabarkan marah karena pasiennya tetap bekerja. Bisa dibayangkan ekspresi sang dokter. Mungkin dalam hati ia berkata, “Saya memperbaiki saraf, bukan memperbaiki keras kepala.”

Pada 21 Juli 2026, Hotman memberi tahu Febrie, dirinya ingin mundur. Febrie kabarnya meminta keputusan itu ditunda. Sayangnya saraf tidak mengenal lobi. Tulang belakang juga bukan anggota DPR yang bisa diajak rapat.

Bagikan Berita ini: