
EKABAR.ID BENGKULU – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mencatat gajah di Bengkulu tersisa 25-30 ekor. Tempat tinggalnya yang sudah berkurang diduga jadi sebab berkurangnya populasi gajah.
Kepala BKSDA Bengkulu Agung Nugroho membenarkan populasi gajah di Bengkulu saat ini sangat terbatas. Berdasarkan data BKSDA, jumlah gajah di Bengkulu diperkirakan hanya 25-30 ekor, termasuk gajah binaan.
“Kalau gajah liar yang terekam punya empat anakan dan sisanya gajah dewasa. Jadi secara populasi masih bereproduksi,” kata Agung, Selasa (18/8/2026).
Kondisi habitat itu menjadi tantangan besar. Berkurangnya tutupan hutan dan perubahan kawasan menjadi perkebunan sawit dinilai dapat makin mengancam keberadaan gajah.
