EKABAR.ID, REJANG LEBONG – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri, SSTP, MSi, menghadiri Yudisium Angkatan IX Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup, Rabu (21/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Plt Bupati Hendri sekaligus menyampaikan orasi ilmiah bertema “Dari Kampus Menuju Pengabdian Publik: Peran Sarjana Syariah dan Ekonomi Islam dalam Transformasi Pembangunan Daerah”.

Sebanyak 170 mahasiswa FSEI mengikuti yudisium tersebut. Mereka terdiri dari 22 mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam, 30 mahasiswa Hukum Tata Negara, tujuh mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah, 71 mahasiswa Perbankan Syariah, dan 40 mahasiswa Ekonomi Syariah.

Turut hadir Wakil Rektor I IAIN Curup, Dr. Eka Apriani, M.Pd., Kepala Bagian AUAK Puji Edi Purnomo, S.Sos.I., M.Hum., Dekan FSEI Dr. Mabrur Syah, S.Pd.I., S.IPI., M.H.I., beserta jajaran.

Dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, hadir Asisten I Bobby Harpa Santana, SSTP, MSi, Asisten III Elva Mardiana, SIP, MSi, kemudian Anggota DPRD Rejang Lebong Je Ahmad Rafif Ghali SH, serta Direktur RSUD Rejang Lebong Nova Friska Elianti, M.Kes.

Dalam orasi ilmiahnya, Hendri menegaskan bahwa yudisium bukan sekadar pengesahan administratif atas selesainya pendidikan tinggi, melainkan awal dari tanggung jawab baru bagi para lulusan untuk mengamalkan ilmu secara benar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Yudisium bukan semata pengesahan administratif atas selesainya studi. Ia adalah peralihan tanggung jawab, dari kewajiban mempelajari ilmu menuju kewajiban menggunakan ilmu secara benar, bertanggung jawab, dan bermanfaat,” ujarnya.

Menurut Hendri, perguruan tinggi memiliki peran strategis melalui pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ketiga aspek tersebut harus mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan ekonomi lokal, akses keadilan, hingga penanganan kemiskinan.

Ia menilai, sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pembangunan yang terarah dan berkelanjutan.

Pemerintah daerah, kata dia, membutuhkan dukungan pengetahuan, hasil penelitian, serta gagasan inovatif dari kalangan akademisi untuk merumuskan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Kemitraan kampus dan pemerintah daerah akan lebih bernilai apabila beranjak dari kegiatan seremonial menuju kerja bersama yang terukur,” tegasnya.

Hendri juga mengingatkan bahwa transformasi pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur atau pemanfaatan teknologi. Lebih dari itu, pembangunan harus mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas kesempatan ekonomi, memperbaiki akses pelayanan, serta memberikan perlindungan kepada kelompok rentan.

Kabupaten Rejang Lebong, lanjutnya, memiliki berbagai potensi di bidang pendidikan, pertanian, perdagangan, pariwisata, dan ekonomi berbasis komunitas yang perlu dikembangkan melalui tata kelola yang baik serta kolaborasi berbagai pihak.

Karena itu, ia mendorong para lulusan agar mampu memahami persoalan masyarakat secara mendalam sebelum menawarkan solusi, bekerja lintas disiplin, dan memastikan setiap gagasan yang dijalankan memberikan dampak nyata.

Sarjana Syariah dan Ekonomi Islam Punya Peran Strategis

Dalam kesempatan tersebut, Hendri menyoroti pentingnya kontribusi lulusan FSEI dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya melalui penguatan kepastian hukum, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pembangunan sosial, dan inovasi berbasis hasil penelitian.

Bagikan Berita ini: