Berawal dari Tongkrongan, Berujung Tawuran.

Dari hasil penyelidikan, kelompok tersebut awalnya terbentuk dari tongkrongan remaja yang kemudian berkembang menjadi kelompok dengan identitas masing-masing.Mereka memiliki nama kelompok, membuat bendera, hingga memamerkan eksistensinya melalui media sosial. Polisi menduga motif utama kelompok tersebut adalah tawuran antarkelompok yang dipicu saling tantang dan aksi balas dendam.”Fenomena media sosial juga menjadi salah satu pemicu. Mereka meniru tren yang berkembang di luar daerah hingga akhirnya membentuk kelompok bersenjata,” kata Akhyar.

Polisi Minta Orang Tua Perketat Pengawasan

Kapolres memastikan patroli malam akan terus ditingkatkan di titik-titik rawan untuk mencegah munculnya kembali aktivitas geng motor.Masyarakat juga diminta segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan melalui Call Center Polri 110, sementara para orang tua diimbau meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak-anak, khususnya pada malam hari.

“Jangan main hakim sendiri. Jika mengetahui adanya aktivitas yang mengarah pada tindak pidana, segera laporkan kepada polisi. Kami akan menindaklanjuti sesuai prosedur hukum,” tutup Kapolres.

Bagikan Berita ini: