Deru mengatakan keputusan tersebut harus berdasarkan pertimbangan kesehatan. Karena itu, pihaknya menunggu laporan resmi dari Dinas Kesehatan Kota Palembang dan Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel.
“Karena saya bukan ahlinya, maka saya akan menunggu laporan dari Dinas Kesehatan Kota Palembang dan Dinas Kesehatan Provinsi. Apakah nantinya libur, hybrid atau online,” kata Deru kepada wartawan di Kantor Gubernur Sumsel, Senin (24/8/2026).
Deru menyebut, jika kondisi udara sudah tidak memungkinkan bagi siswa mengikuti pembelajaran tatap muka, dirinya cenderung memilih sistem hybrid. Dengan skema tersebut, kegiatan belajar tetap berjalan tanpa memaksa siswa berada di tengah kondisi udara yang tidak sehat.
“Kalau ada saran untuk tidak masuk kelas, saya minta hybrid. Sekolahnya tetap, tapi daring dari rumah. Tapi menunggu saran dari Dinkes dulu ya,” ujarnya.
