Selain menolak latihan gabungan tersebut yang dianggap sebagai tindakan provokatif, Pyongyang melalui media pemerintahnya juga mengecam buku putih pertahanan terbaru Jepang yang dinilai sebagai upaya menghidupkan kembali militerisme Tokyo.

Rangkaian peluncuran ini menambah daftar panjang uji coba persenjataan Korea Utara sepanjang tahun 2026 yang mencakup rudal balistik jarak pendek hingga roket artileri.

Atas kondisi ini, militer Korea Selatan bersama Amerika Serikat dan Jepang meningkatkan pengawasan serta kesiagaan di kawasan Semenanjung Korea.

Bagikan Berita ini: