“Api diduga bermula ketika Marta memasak air di sebuah pondok yang berada di kawasan kebunnya,” ujar Ridho kepada Sripoku.com, Rabu (26/8/2026).
Berdasarkan keterangan yang dihimpun polisi, Marta sempat meninggalkan pondok untuk melakukan penyemprotan. Saat itu, bara api diduga belum sepenuhnya padam.
Bara tersebut kemudian tertiup angin kencang. Ditambah kondisi cuaca panas dan vegetasi yang mudah terb4kar, 4pi akhirnya menjalar ke area sekitar pondok.
Kobaran 4pi kemudian memb4kar vegetasi dan sebagian tanaman kopi milik Marta. Tanaman yang terdampak disebut telah dirawat dan berada dalam kondisi siap panen.
Akibat kebakaran tersebut, sekitar 1.000 batang tanaman kopi ikut terdampak. Selain kehilangan sebagian lahan perkebunan, Marta juga mengalami kerugian karena tanaman kopi yang berpotensi menghasilkan pendapatan ikut terb4kar
Mengetahui keb4karan, Marta berupaya memadamkan 4pi. Upaya tersebut kemudian dibantu personel Polsek Jarai bersama masyarakat sekitar hingga api berhasil dikendalikan dan tidak meluas ke perkebunan lainnya.
Polisi kemudian memberikan teguran kepada pemilik kebun agar lebih berhati-hati menggunakan api, terutama di kawasan perkebunan dengan vegetasi yang mudah terb4kar
