“Saya berpesan kepada Kepala Sekolah dan para Guru, agar saat menerima makanan dari SPPG, pastikan di setiap ompreng terdapat label batas waktu untuk mengonsumsi,” ujar Sudaryono di Kupang, Rabu (16/9/2026).
Pengembangan Sistem Penilaian Sekolah untuk SPPG
Sebagai langkah pengawasan jangka panjang dan perbaikan kualitas layanan, Badan Gizi Nasional saat ini tengah merancang mekanisme evaluasi berbasis digital. Sistem ini nantinya memungkinkan setiap sekolah untuk memberikan penilaian langsung terhadap kinerja SPPG yang menjadi mitra penyedia makanan.
Aspek-aspek yang akan dinilai meliputi standar kebersihan makanan, variasi dan kualitas menu, serta unsur pendukung pelayanan lainnya. Penilaian ini diharapkan menjadi instrumen evaluasi yang efektif untuk menjaga standar mutu Program MBG di berbagai daerah.
“Saat ini kami sedang menyiapkan sebuah sistem, agar kedepannya setiap sekolah dapat melakukan penilaian kepada masing-masing SPPG,” pungkasnya.
