Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan. Apabila pembakaran sampah dilakukan, api harus diawasi hingga benar-benar padam agar tidak merambat ke area di sekitarnya.
Sementara itu, keberadaan kabut asap di Provinsi Bengkulu telah terdeteksi melalui pemantauan satelit Himawari pada kanal SM. Berdasarkan hasil pemantauan, kabut asap terdeteksi di sejumlah wilayah, di antaranya Kabupaten Kaur, Bengkulu Selatan, Seluma, Kota Bengkulu, Lebong, Rejang Lebong, Bengkulu Tengah, dan Bengkulu Utara.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat karena kabut asap dapat mengganggu kualitas udara dan jarak pandang. Terlebih, kondisi kemarau yang membuat sejumlah wilayah lebih kering dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap mengikuti informasi dan perkembangan cuaca dari BMKG serta instansi terkait. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran agar dapat ditangani lebih cepat dan tidak meluas.
