EKABAR.ID,REJANG LEBONG  – RSUD Rejang Lebong tidak ingin menunggu hingga mendekati masa berakhirnya akreditasi. Manajemen rumah sakit daerah itu mulai menggeber persiapan re-akreditasi yang dijadwalkan berlangsung September-Oktober 2027.

Targetnya jelas, mempertahankan predikat Akreditasi Paripurna yang saat ini disandang RSUD Rejang Lebong. Namun, manajemen menegaskan proses tersebut bukan sekadar mengejar predikat, melainkan menjadi momentum untuk memastikan kualitas pelayanan kepada masyarakat terus meningkat.

Plt Direktur RSUD Rejang Lebong Nova Frisca Elianti mengatakan pihaknya telah membentuk tim akreditasi dan menunjuk lembaga akreditasi resmi yang diakui pemerintah.“Saat ini kami sudah membentuk tim akreditasi, sambil berjalan mengikuti pelatihan-pelatihan yang dipersyaratkan untuk akreditasi tahun depan,” kata Nova di Rejang Lebong, Kamis.

Pembentukan tim menjadi langkah awal dalam mempersiapkan seluruh kebutuhan penilaian. Manajemen mulai memetakan berbagai persyaratan yang harus dipenuhi setiap unit pelayanan di rumah sakit.Persiapan juga menyasar dokumen pendukung dan kelengkapan perizinan. Di saat bersamaan, manajemen meningkatkan kemampuan pegawai melalui sejumlah pelatihan teknis yang berkaitan dengan standar akreditasi.

Langkah tersebut dinilai penting karena proses akreditasi tidak hanya melihat kelengkapan dokumen. Rumah sakit juga harus mampu menunjukkan bahwa standar pelayanan benar-benar diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.RSUD Rejang Lebong terakhir menjalani akreditasi pada 2023. Masa berlaku akreditasi tersebut akan berakhir pada 2027. Karena itu, manajemen mulai mempersiapkan re-akreditasi lebih awal agar tidak ada persyaratan yang terlewat.

Saat ini RSUD Rejang Lebong telah meraih Akreditasi Paripurna. Predikat tersebut menjadi capaian yang ingin dipertahankan dalam proses penilaian berikutnya.Namun, Nova menegaskan pihaknya tidak menjadikan peningkatan predikat sebagai tujuan utama. Menurutnya, percuma mengejar predikat lebih tinggi apabila peningkatan tersebut tidak diikuti perubahan nyata dalam kualitas pelayanan.

“PR kami ke depan adalah bagaimana tetap bisa mempertahankan akreditasi paripurna. Daripada predikat naik tetapi kualitas tidak berkembang, lebih baik kami mempertahankan status paripurna ini seraya meningkatkan kualitas pelayanan secara nyata,” tegasnya.

Karena itu, persiapan re-akreditasi sekaligus menjadi kesempatan bagi manajemen untuk mengevaluasi berbagai pelayanan yang selama ini diberikan. Unit-unit pelayanan akan didorong untuk memperbaiki kekurangan dan mempertahankan standar yang sudah berjalan baik.

Akreditasi memiliki posisi penting dalam keberlangsungan operasional rumah sakit. Salah satunya berkaitan dengan kerja sama pelayanan bersama BPJS Kesehatan.

Bagikan Berita ini: