Selain itu, Yuenchi mengaku tidak pernah memiliki hubungan pribadi dengan Febrie Adriansyah. Ia menyatakan tidak pernah bertemu, berkomunikasi melalui telepon, pesan singkat, maupun bentuk komunikasi lainnya dengan mantan Jampidsus tersebut. Karena itu, ia mengaku heran mengapa namanya ikut terseret dalam pusaran kasus yang sedang menjadi perhatian publik.
Menurutnya, kemungkinan namanya dikaitkan dengan perkara tersebut karena dirinya pernah menjalankan profesi sebagai advokat di sebuah kantor hukum yang berada di sekitar kawasan Kejaksaan Agung. Namun, ia menegaskan seluruh pekerjaannya dilakukan secara profesional sesuai kode etik advokat dan tidak pernah berkaitan dengan aktivitas yang melanggar hukum.
Merasa dirugikan, Yuenchi menyatakan sedang mempertimbangkan langkah hukum terhadap pihak-pihak yang menyebarkan tuduhan tanpa dasar. Ia menilai penyebaran informasi yang tidak benar dapat merusak reputasi seseorang, terlebih ketika dilakukan melalui media sosial yang dapat menjangkau masyarakat luas dalam waktu singkat.
Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa informasi yang beredar di media sosial perlu disikapi secara kritis. Tuduhan terhadap seseorang sebaiknya didasarkan pada fakta dan proses hukum yang sah, bukan sekadar narasi yang viral. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum yang menyatakan Yuenchi Arwindi sebagai pihak yang terlibat dalam perkara hukum yang menyeret Febrie Adriansyah.
