EKABAR.ID SUMATERA SELATAN – Memasuki puncak musim kemarau pada Agustus hingga September 2026, masyarakat Sumatera Selatan diminta meningkatkan kewaspadaan. Kondisi kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering dibanding kondisi normal, dipengaruhi fenomena El Nino yang saat ini berada pada level kuat.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Wandayantolis, menyebut puncak kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga pertengahan Oktober 2026. Sejumlah wilayah di Sumsel bahkan telah mengalami hari tanpa hujan hingga sekitar 40 hari berturut-turut.

Meski operasi teknologi modifikasi cuaca telah dilakukan pada 19 hingga 30 Juli 2026, akumulasi curah hujan selama Juli tetap tercatat di bawah normal klimatologis. Kondisi kering berkepanjangan ini meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Asap dari karhutla pun berpotensi menurunkan kualitas udara di sejumlah wilayah, termasuk Kota Palembang.

Bagikan Berita ini: